PADANG – Pertamina menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah.
Penyaluran bantuan dilaksanakan secara bertahap, dengan tahap awal berlangsung di wilayah Kecamatan Kuranji pada Senin (12/10/2026). Selanjutnya, pendistribusian bantuan dijadwalkan berlanjut ke Kecamatan Koto Tangah pada Selasa (13/10/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa bantuan dari Pertamina tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana banjir.
Menurutnya, bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang mengalami kesulitan akibat banjir yang melanda kawasan tempat tinggal mereka.
“Bantuan dari Pertamina ini kami salurkan langsung untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir di wilayah Kuranji dan Koto Tangah, Kota Padang,” ujar Hendri.
Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang diperlukan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama masa pemulihan pascabencana.
Adapun paket bantuan yang diserahkan meliputi sembako, tabung gas LPG, serta perlengkapan pakaian yang diperuntukkan bagi ibu-ibu dan anak-anak.
“Jenis bantuan yang diberikan berupa paket sembako, gas LPG, serta perlengkapan pakaian untuk ibu-ibu dan anak-anak,” kata Hendri.
Bantuan berupa sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga terdampak. Sementara itu, ketersediaan gas LPG dapat menunjang kebutuhan memasak sehari-hari, sedangkan pakaian menjadi salah satu kebutuhan penting bagi warga yang barang-barang pribadinya terdampak banjir.
Penyaluran Dilakukan Secara Bertahap
Dalam pelaksanaannya, pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kecamatan Kuranji menjadi wilayah pertama yang menerima bantuan pada Senin (12/10/2026). Setelah penyaluran tahap awal tersebut, distribusi dilanjutkan ke Kecamatan Koto Tangah pada Selasa (13/10/2026).
Pola penyaluran bertahap ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pendistribusian logistik sekaligus memastikan bantuan menjangkau warga terdampak di kedua wilayah tersebut.
BPBD Kota Padang turut berperan dalam penanganan dampak bencana, termasuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung penanganan bencana di daerah.
Kehadiran bantuan dari Pertamina diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah situasi pascabencana.
Kepedulian dan Kolaborasi dalam Penanganan Bencana
Penyaluran bantuan logistik ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan pihak swasta dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Dalam situasi bencana, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan penanganan awal, tetapi juga pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung. Oleh karena itu, bantuan berupa bahan pangan, gas LPG, dan pakaian menjadi bagian dari dukungan yang diperlukan masyarakat terdampak.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, diharapkan beban warga yang terdampak banjir di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah dapat berkurang. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
BPBD Kota Padang bersama pihak terkait diharapkan dapat terus mengupayakan penanganan dampak banjir dan memastikan kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian bersama.
Bantuan dari Pertamina ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat Kota Padang dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam proses pemulihan pascabanjir. (**)

0 Komentar